Friday, 20 June 2014

Manfaat pengobatan dengan menggunakan jinten




Manfaat pengobatan dengan menggunakan jinten

manfaat utama habbatussauda.

1) Memperkuat sistem kekebalan tubuh dari serangan virus, kuman, dan bakteri.

2) Mempertahankan tubuh dari serangan kanker dan HIV.

3) menghentikan pertumbuhan sel tumor.

4) meningkatkan fungsi otak. Dengan kandungan asam linoleat ( Omega 6 ) dan asam linolenat ( Omega 3 ), habbatusaudah merupakan nutrisi bagi sel otak yang berguna untuk meningkatkan daya ingat, kecerdasan, dan relatifitas sel otak agar tidak cepat pikun. Habbatusaudah juga memperbaiki mikro ( peredaran darah ) ke otak dan sangat cocok di berikan pada anak usia pertumbuh dan lansia.

5) menyembuhkan berbagai jenis penyakit pernapasan ( asma bronchial, bronchitis, gampang lelah, batuk kronis, dan penyamit pernapasan lainnya ).

6) mengatasi gangguan tidur dan stres. unsur sapion terdapat pada habbatusaudah mempunyai fungsi seperti kortikosteroid yang dapat mempengaruhi karbohidrat, protein dan lemak serta mempengaruhi fungsi jantung, ginjal, otot tubuh dan syaraf. Sapion berfungsi untuk mempertahankan diri dari perubahan perubahan lingkungan, gangguan tidur, menghilangkan stres, dan melancarkan air susu ibu.

7) sebgai antihistamin dan antialergi.

Bersiwak


BERSIWAK

“ hendaklah kamu menggunakan siwak, karena siwak adalah hal sesuatu yang baik. Ia menghilangkan kuningnya gigi, menghilangkan lendir, menajamkan pengelihatan, menguatkan gusi, menghilangkan bau tak sedap, memperbaiki pencernaan, menaikan derajat syurga, menyenangkan malaikat, membuat Allah ridho dan memurkakan setan.”(hadist ini ditulis imam as-suyuthi dalam kitab al-jami’ ash-shaghir. Hadist ini diriwayatkan oleh dari anas bin malik)
          Untk membersihkan gigi, rasulullah menganjurkan menggunakan siwak. Siwak adalah semacam sikat yang terbuat dari batang pohon yang ujungnya memiliki serat-serat halus, yang berfungsi membersihkan dan menghilangkan sisa makanan di gigi.
          Tentang bersiwak ini, rasulullah menyatakan , “ seandainya tidak memberatkan umatku, tentu mereka  kuperintahkan bersiwak setiap waktu sholat.”
          Sebuah penelitian yang dilakukan akademi kesehatan Nasional di Amerika Serikat. Penelitian tersebut menyatakan bahwa pohon fatare makrofella, pohon  yang  digunakan orang untuk bersiwak ternyata mengandung komposisi kimia yang dapat mencegah berkembangnya penyakit kangker didalam tubuh manusia. Ini juga yang ditemukan para peneliti Pakistan dalam studi ilmiah mereka tentang pohaon punaru zantwa kusloyd, pohon yang sering digunakan orang untuk bersiwak.
          

macam macam siksa kubur


 Macam-macam siksa kubur bagi orang-orang yang berdosa

1.      Siksaan bagi orang-orang munafik, orang-orang yang tidak mengetahui perintah dan larangan Allah swt. dan bagi orang-orang kafir.
Dari anas ra. Rasulullah saw. bersabda yang artinya : sedangkan orang-orang munafik atau kafir dikatakan pada mereka: bagaimana menurutmu orang ini ? ia menjawab: “ aku tidak tahu, aku mengatakan seperti apa yang dikatakan orang lain. “ Lalu dikatakan padanya : kamu tidak tahu dan kamu tidak membaca, maka ia dipukul dengan pemukul yang terbuat dari besi hingga ia berteriak dan teriakkannya didengar oleh siapa yang selanjutnya selain jin dan manusia. (AL-BUKHARI jilid II hal. 332 bab ALJANA’IZ, MUSLM  jilid XVII hlm. 203 bab AL-JANNAH  dan AHMAD jilid III hlm. 339-340.)

2.      Siksa kubur bagi pezina
Ibnu Al-Qayyim rahimabullah berkata : “ ketahuilah bahwa balasan itu berdasarkan jenis amal ibadah dan hati yang berkaitan dengan yang haram. Setiap kali hati ingin meninggalkan dan keluar dari perbuatan tercela namun tetap kembali mengulanginya lagi, oleh karena itu maka balasanya di alam kubur dan akhirat seperti itu.”
            Dalam kitab shahih Al-Bukhariy bahwa Nbi Muhammad saw. bersabda :  tadi malam aku melihat dua orang pemuda mendatangiku dan mereka berdua mengeluarkanku, kemudian aku pergi bersama keduanya dan tiba di sebuah rumah yang dibangun seperti bangunan menara yang diatasnya sempit namun dibawahnya luas, dibawahnya menyala api didalamnya ada para lelaki dan wanita dalam keadaan telanjang, setiap api menyala mereka terangkat keatas seperti akan keluar dan ketika api padam mereka kembali lagi, lalu aku bertanya : siapa mereka itu ? ia menjawab : mereka adalah para pezina. (imam Al-Bukhari jilid III hal. 251 – 252 bab Al-Jana’iz,  jilid XII hal. 438 – 439.)