Thursday, 19 June 2014

adab


02
Ketika berwudhu
Tidak sekadar bersuci

“ hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basuhlah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai kedua mata kaki, dan jika kamu junub maka mandilah, dan jika kamu sakit atau dalam perjlanan atau kembali dari tempat buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayamumlah dengan tanah yang bai (bersih); saulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. ALLaH tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi DIA hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-NYA bagimu supaya kamu bersyukur. “ (QS. Al-maidah ayat 6)
Kita pati bertanya-tanya, mengapa kita diperintahkan wudhu terlebih dahulu sebelum mengerjakan shalat?  Apa manfaat wudhu bagi kita?  Sementara kita yakin, pastilah Allah memerintahkan manusia melakukan sesuatu bukan untuk kesia-siaan semata.
Secara teologis kita bisa temukan manfaat berwudhu bagi manusia. Hadist-hadist nabi Muhammad saw membicarakan keuntungan berwudhu.
Rasulullah bersabda : “ bila seorang hamba mukmin berwudhu, dia membasuh mukanya, maka keluarlah semua kesalahannya bersama tetesan air yang terakhir yang bisa ia lihat dengan matanya. Demikian itu pula tatkala dia membasuh kedua tangannya, maka keluarlah semua kesalahannya yang diperbuat dengan tangannya tetesan air yang terakhir. Demikian pula tatkala dia membasuh kedua kakinya, maka keluarlah semua kesalahan yang diperbuat dengan kakinya bersama tetesan air yang terakhir hingga bersihlah dosa-dosanya setelah dia selesai wudhu “
Dalam hadist yang lain dikatakan: “ sesungguhnya umatku pada hari kiamat akan dipanggil dengan tanda kecermelangan diwajah akibat wudhu. Barang siapa diantara kamu yang dapat memperpanjang kecermelangannya, silahkan berwudhu. “
Secara lebih terperinci lagi, sesungguhnya bagian-bagian tubuh yang terbasuh ketika seorang berwudhu, juga mengandung isyarat-isyarat tertentu berkenaan dengan kesehatan manusia. Sebelum berwudhu misalnya kita disunahkan untuk berkumur-kumur dan memasukan air kedalam hidung.
Berkumur-kumur dalam bersuci nerarti membersihkan rongga mulut dari penularan penyakit. Setiap hari manusia mengunyah makanan dan biasanya selalu ada sisa yang menyelip diantara sela-sela gigi. Bila tidak di bersihkan sisa itu akan menjadi media pertumbuhan kuman. Dengan berkumur-kumur secara benar dan dilakukan lima kali sehari berarti tanpa kita sadari dapat mencegah infeksi gigi dan mulut. Selain itu, berkumur-kumur berfungsi menjaga mulut dan tenggorokan dari radang dan gusi dari luka.
Sebelum berwudhu, seorang muslim juga disunahkan untuk Istinsyaq yaitu, menghirup air dengan lubang hidung, melalui lubang hidung sampai ketengorokan bagian hidung (nasofaring). Fungsinya untuk membersihkan selaput dan lendir hidung yang tercemar oleh udara kotor dan juga kuman. Berkenaan dengan hal ini, sebuah penelitian di Fakultas Kedokteran di Iskandariyah Mesir, bekerja sama dengan kelompok peneliti ilmiah dan teknologi melakukan penelitian dan hasilnya ditemuan bahwa hidung bagian dalam yang tak pernah dibasuh air , debu dan kotoran menjadi sarangnya kuman.
Sasaran selanjutnya adalah membasuh kepala. Sebuah peneliian kedoktera menyatakan bahwa membasuh kepala ketika berwudhu rupanya berpengaruh untuk menjernihkan otak. Ketika emosi sedang marah,air wudhu yang membasuh kepala dapat meredamkan emosi kita dan menyeimbangkan hormon stress dalam tubuh.
Membasuh kedua telapak kaki dengan memijat secara baik dapat mendatangkan perasaan tenang dan nyaman, karena telapak kaki merupakan cerminan seluruh perangkat tubuh. Ini merupakan salah satu rahasia timbulnya perasaan tenang dan nyaman yang disarankan seorang muslim setelah berwudhu.

No comments:

Post a Comment